Tak Terdaftar, Pemerintah Vietnam Matikan 12 Juta Nomor Seluler

Pemerintah Vietnam menindak tegas untuk pemakai seluler yang tak meregistrasikan nomor dan juga identitasnya. Buktinya, Kementerian Komunikasi dan juga Informatika Vietnam sudah menonaktifkan 12 juta nomor pemakai.

Artinya, sebagaimana di laporkan Tuoitre News pada hari Rabu, 12 juta pemakai seluler itu tak bisa lagi memanfaatkan nomor itu untuk berkomunikasi.

Pemerintah semenjak awal sudah menetapkan registrasi kartu-SIM menjadi aturan berlaku. Pembeli seluler wajib mendaftarkan pribadinya ketika membeli kartu-SIM, seperti nama, tanggal lahir, sampai nomor KTP.

Hal ini terjadi sebab banyak pihak yang menjual SIM dengan biaya murah. Bahkan sebagian kartunya didaftarkan dengan palsu sehingga bisa langsung di gunakan si pelanggan.

Dalam inspeksi yang di lakukannya, Kementerian Komunikasi banyak menemukan kartu-SIM yang didaftarkan dengan palsu, seperti nama dan juga nomor KTP. Walaupun dapat bisa di gunakan, banyak yang tidak sadar bahwa kartu-SIM itu telah invalid.

Pemerintah pun juga menemukan adanya salah satu penyalahgunaan wewenang dari operator seluler dengan membagikan pulsa secara cuma-cuma pada pemakai baru. Hal ini malah membuka celah untuk pembeli untuk menyampaikan pesan spam ataupun penipuan.

Kayak Vietnam, Indonesia pun juga sudah menerapkan kebijakan serupa. Tujuan utamanya merupakan menekan jumlah telepon dan juga SMS spam dan juga menghindari potensi penipuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*